24 Desember 2018

Masih Rezeki





Assalamualaikum….
Aku mau cerita nih, langsung aja ya.  jadi kemaren (udah lumayan lama juga), Ummi beli suatu barang. Sebelum ke tokonya, aku dan ummi mampir dulu di ATM karena uangnya minus 3 juta.

"Ambil 6 juta ya, cha. Utk bayar SPP adek besok." Aku pun ambil 6 juta dan masukkan semuanya ke dompet ummi.

Singkat cerita, pembayaran untuk barang itu selesai.

Esoknya (hari dimana aku ngetik cerita ini), sebelum azan subuh ummi membangunkan aku dengan nada panik. Katanya uangnya hilang 3juta.

Ya Robb!
Tadi malam Masuk maling?
Ummi taro dompet dimana?
Apa aja barang yang hilang?
Kami pun panik bersama

Setelah di ingat-ingat, ternyata dipembayaran barang kemaren ummi menyerahkan semua uang yang ada di dompetnya ke kasir. Tanpa menghitung ulang. Ummi merasa kami di ATM cuma ambil 3 juta.

Langsung lah kami bersiap kembali ke toko. Menunggu jam 8 pagi bagai menunggu jodoh, terasa lama. Bakda subuh kami berberes-beres rumah supaya jam 7 langsung bisa jalan.  Sebelum ke toko, pikiranku terbang melayang membayangkan kemungkinan terburuk. Belum lagi ummi yg mengeluh.

"Gimana ni cha? Kalau buya tau pasti marah. Kita ndak teliti kemaren.” Dengan ekspresinya yang nggak enak dilihat.

Dengan modal senjata yasin 3x, al- ma'tsurat versi lengkap (biasa baca al-ma'tsurat aku skip2 :D ), dan doa panjang semoga abang kasirnya jujur dan dilembutkan hatinya.

Dijalan kami masih risau dan berpikir macam-macam.

Pantas saja, setelah semua proses adm dan pembayaran selesai,  si kasir memanggil kami lagi. Padahal kami sudah sampai ke parkiran. Aku lihat kasirnya menghitung uang berkali-kali. Sempat heran sih.

Sampai di toko, begitu bertemu dengan kasirnya, aku hanya tersenyum penuh makna. Senyum dengan tulisan di jidat "abang tau kan maksud kami datang"

Aku sempat kaget begitu si kasirnya berkata "Ada apa bu? Ada yg bisa saya bantu?"
Wah... pertanda buruk nih.

Tapi aku tetap tersenyum lebar. Belum sempat aku membuka mulut, kasirnya berkata lagi.
"Sepertinya saya mencium bau-bau uang. Sebentar ya bu..." katanya sambil menyiapkan tas dan buku sambal tersenyum.

Hmph….
Aku dan ummi menghela napas lega.

Akhirnya uang 3 juta itu kembali ke tangan ummi.
"Saya berkali-kali hitung tapi kok lebih 3 juta. Biasanya saya nombok, sekarang lebih." Kata kasir sambil tertawa.

Saking senangnya akan kejujuran kasir,  ummi memberikan tip yg sempat ditolak. Tips yang hanya cukup buat traktir bakso. Lumayanlah. hahaha

Alhamdulillah... Makasih abang kasir yg ku tak tahu namanya. Dengan kejujuranmu, semoga berkah hidupmu.


*Ummi : Ibu
*Buya : Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

setelah baca tapi nggak ninggalin komentar itu sayang banget. ayo dong dikomen. penulis ingin tau reaksi pembaca.. makasih buat yang udah komen :)