14 November 2017

Wisata Edukasi ke Agrowisata Tenayan Pekanbaru


Sudah menjadi program sekolah-sekolah swasta untuk membawa anak-anak belajar ke luar kelas yang biasa kami sebut Outclass atau Field Trip. Dalam dua minggu ini, aku yang di amanahkan sebagai Wakasis (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan) sibuk sana-sini untuk mempersiapkan kegiatan outclass dari kelas 1 sampai kelas 5. Dari mulai merancang lokasi tujuan, mensingkronkan dengan mata pelajaran, mengatur alokasi dana agar cukup dan efektif, sampai survey lokasi dan banyak lagi tetek bengek lainnya yang harus diurus. Dan tentu saja aku tidak mengerjakan semua ini sendirian, ada beberapa guru yang turut membantu mengemban tugas ini. Terimakasih kengkawan J

So, kali ini aku mau cerita mengenai kegiatan Field Trip kelas 4 dan 5 ke Agrowisata Tenayan Raya Pekanbaru. Yuhuuuu….

BACA JUGA : Hospital Tour RS Awal Bros Pekanbaru. Kenalkan RS ke Anak SD

Untuk kelas 4 dan 5 aku rancang membawa mereka ke alam. Back to nature gitu deh pokoknya. Kebetulan juga di materi IPA kelas V ada materi flora dan fauna. So, aku googling wisata edukasi di Pekanbaru, dan akhirnya merasa klik dengan Agro Wisata Tenayan yang lokasinya sangat dekat dari sekolah kami.

Kenapa memilih Agrowisata Tenayan?

09 November 2017

Berkunjung ke RS Awal Bros Pekanbaru. Kenalkan Rumah sakit ke anak SD.


Rumah sakit kadang menjadi momok bagi anak-anak. Tak jarang mereka harus dipaksa untu mau dibawa ke rumah sakit. Profesi dokter dan perawat hanya sekedar cita-cita, tapi jika tiba waktunya para dokter dan suster sungguhan datang ke sekolah untuk vaksinasi. Anak-anak langsung takut setengah mati. Tak jarang kelas jadi ajang menangis masal karena takut disuntik.

Pengalaman pribadiku sebagai anak SD yang takut disuntik juga lucu untuk dikenang. Biasanya vaksinasi dilakukan setiap setahun sekali. dan aku sebagai anak yang palig jago bersembunyi dan kabur, selalu berhasil alri dari kegiatan suntik menyuntik di sekolah. Suatu kali aku pernah sembunyi di WC guru dan mengunci rapat-rapat pintu wc sampai akhirnya terkunci dari dalam tak pintu tak bisa di buka. Aku menangis menjerit ketakutan. Antara takut di suntik dan takut karena terkurung dalam WC. Untunglah tak lama ada siswa lain yang datang ke WC dan melapor ke penjaga sekolah. Endingnya, aku diceramahi guru dan dimarahi ummiku yang juga guru di sekolah itu. Muehehe..

Selama  5 tahun, aku selalu lolos vaksinasi di sekolah… karena saking takutnya disuntik, aku selalu kabur dengan berbagai cara. Dari cara halal sampai cara haram. Pokoknya jika terdengar gosip kalau dokter akan datang untuk menyuntik siswa, aku akan angsung ambil langkah seribu. Di kelas 6 aku baru berhasil disuntik karena sudah pindah sekolah. Tidak ada lagi ummiku sebagai guru disekolah itu, jadi aku menjadi sedikit lebih mandiri. Di sekolah baru itu, aku memasrahkan lengan untuk di suntik. Dan ternyata, TIDAK SAKIT. Trus kenapa gue harus capek-capek kabur selama 5 tahun. Hahaha